Website ini menggunakan cookie. Dengan mengklik TERIMA atau melanjutkan penelusuran website, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Lihat Kebijakan Privasi kami di sini
BenQ dan Cookie Pelajari Lebih Lanjut
BenQ Knowledge Center

Mengapa Hasil Reproduksi Warna Berbeda Antar Perangkat​?

BenQ
2020/01/16

Mari kita lihat empat foto yang diperlihatkan di bawah. Masing-masing foto ditampilkan pada empat layar monitor yang berbeda. Perhatikan perbedaan warna yang terlihat pada monitor. Sebelum pengelolaan warna diterapkan pada empat perangkat tersebut, ada perbedaan warna yang terlihat karena perbedaan teknologi perangkat keras dan pengaturan warna yang digunakan. Pengaturan warna default, misalnya, suhu warna, saturasi, dan kekontrasan, yang Anda temukan pada tayangan di rumah biasanya akan memenuhi kebutuhan warna yang umum digunakan. Namun demikian, untuk perusahaan percetakan komersial dan bagi pekerja lepas, serta profesional yang pekerjaannya memerlukan presisi warna, pengelolaan warna menjadi sangat penting dalam alur kerja mereka.​

Monitor LCD dengan model yang sama juga akan menampilkan ketidakcocokan warna karena adanya penyimpangan pada modul lampu latar dan filter warna. Kalibrasi dapat mengurangi perbedaan warna antara tampilan.

Di bawah ini adalah perangkat yang menggunakan sistem warna berbeda untuk menghasilkan warna. Perangkat optik menggunakan pencampuran warna aditif sementara perangkat cetak menggunakan pencampuran warna subtraktif.

1.Perangkat input optik: kamera, pemindai

2.Perangkat output optik: monitor tampilan, proyektor

3.Perangkat pencetakan: mesin pencetak

Warna Aditif

Teori warna aditif menyatakan bahwa warna direproduksi dengan mencampur cahaya, khususnya merah, hijau, dan sinar biru. Ketiga warna ini disebut warna primer untuk model warna aditif. Warna lainnya dapat dihasilkan dengan mencampur sinar merah, hijau, dan biru dalam jumlah yang berbeda-beda untuk menciptakan warna sekunder: cyan, magenta, dan kuning. Memadukan sinar merah dan hijau memberi Anda cahaya kuning. Mencampurkan hijau dan biru menghasilkan cyan. Dengan menggabungkan sinar biru dan seinar merah, menghasilkan magenta. Apabila ketiga warna primer ditambahkan bersamaan, maka dihasilkan cahaya putih.

Ruang warna RGB yang umum digunakan memakai model warna aditif dengan sinar merah, hijau, dan sinar biru dicampur dalam jumlah yang berbeda untuk menciptakan rentang warna.

Warna Subtraktif

Dalam sistem warna subtraktif, warna dihasilkan dengan mencampur pewarna. Warna cahaya tertentu diserap (dikurangi) oleh zat pewarna sementara yang lainnya dipantulkan dan terlihat oleh penonton. Warna primer subtraktif adalah cyan (C), magenta (M), dan kuning (Y). Jika kita mencampur kuning dan cyan, kita akan mendapatkan hijau; mencampur kuning dan magenta, maka kita mendapatkan merah; dan menggabungkan warna magenta dan cyan menghasilkan biru. Secara teori, kombinasi dari ketiga warna primer akan memberi kita warna hitam; meskipun pada kenyataannya, hasilnya adalah cokelat gelap. Dengan demikian, warna keempat, hitam (K), ditambahkan ke pencetakan warna untuk mengompensasi warna tidak sempurna yang dihasilkan dari trio warna utama.

Model warna subtraktif ini disebut ruang warna CGIH yang terdiri dari cyan (C), magenta (M), kuning (Y), dan hitam (K).

TOP